Green Entrepreneur melalui Penganggaran Partisipatif dari Desa Membangun Bangsa

Tanggal 5 Agustus 2020 LP2M STIE Widya Wiwaha mengadakan Sosialisai Program Pengabdian pada Masyarakat untuk dosen STIE Widya Wiwaha yang di isi oleh DR. Ir. Meidi Syaflan, MP

Krisis ekonomi dilanjutkan dengan Pandemi Covid-19 memaksa umat manusia melakukan upaya pengelolaan (manajemen) sumber daya yang dimiliki jika mau bertahan dari kepunahan. Terbitnya Undang- Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa membuka peluang bagi berlangsungnya proses optimalisasi pemanfaatan sumber daya lokal untuk wujudkan kesejahteraan masyarakat desa dan pada gilirannya akan menghela ekonomi dan kesejahteraan Bangsa. Optimalisasi tersebut peluangnya semakin besar dengan terbitnya Peraturan Menteri Desa, Pembangunan daerah tertinggal dan Transmigrasi nomer 4 tahun 2015 yang menyatakan desa dapat mendirikan  Badan Usaha milik Desa (BUMDES) sesuai dengan kebutuhan  dan potensi desa. Harapan tersebut diatas bukanlah hal yang berlebihan melihat betapa besar sumber daya yang tersedia dikawasan pedesaan baik berupa potensi sumber daya alam, manusia, kearifan lokal maupun finansial. Terlebih lagi dengan pasokan dana dari pemerintah baik berupa Dana Desa (DD) maupun alokasi dana desa (ADD) dan untuk Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ada dana keistimewaan serta dana alokasi khusus dari pemerintah pusat yang masing masing memiliki kekhususan perencanaan.

Upaya awal pemanfaatan sumber daya tersebut adalah introduksi teknologi biogas karena melimpahnya ketersediaan bahan baku, beragam manfaat ekonomi yang dapat dihasilkan dari teknologi tersebut, meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan dan dalam waktu bersamaan memberikan kontribusi positif bagi penyelamatan bumi dengan pengurangan gas emisi rumah kaca atau menipisnya lapisan ozone. Diharapkan kawasan yang melakukan investasi dengan  membangun biodigester tersebut dapat dijadikan model untuk wilayah pengembangan entrepreneur yang ramah lingkungan (Green Entrepreneur).